for4d

situs toto

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

for4d

For4D

Situs Toto

for4d

for4d

Scatter Hitam

darmabangsa.id/akun-pro-slot-x500-scatter-hitam

Slot deposit via dana Daftar slot gacor Slot thailand

Apa Itu Anxiety Disorder? Kenali Gejala dan Pengobatannya

Apa Itu Anxiety Disorder? Kenali Gejala dan Pengobatannya

Sahabat MIKA pasti pernah merasa cemas dan takut saat ingin memulai aktivitas yang belum pernah dialami, seperti interview di tempat bekerja yang Anda lamar, atau saat ingin berpidato di atas panggung.

Perasaan tersebut sebenarnya normal terjadi. Akan tetapi, jika ketakutan itu terus menghantui Anda hingga mengganggu aktivitas harian dalam waktu lebih dari 6 bulan Nana4D, bisa jadi Anda mengalami anxiety disorder.

Apa itu anxiety disorder? Sahabat MIKA, yuk simak artikel berikut ini!

Anxiety disorder, gangguan mental dengan rasa cemas berlebih

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan rasa cemas dan takut berlebih. Hal tersebut membuat Anda menjadi tidak semangat untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk hobi yang biasa digemari.

Lebih lanjut, rasa cemas ini akan berlangsung intens dalam jangka waktu yang panjang. Seringkali dengan ketakutan ini membuat penderitanya cepat lemas secara fisik.

WHO menyatakan jika terdapat  301 juta orang memiliki gangguan mental ini di dunia, dimana 58 juta penderita anxiety disorder adalah anak-anak dan remaja. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, gangguan kecemasan berada di peringkat 2 dari 10 penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia dari tahun 1990-an sampai 2017.

Gejala anxiety disorder 

Gejala awal anxiety disorder yang dirasakan penderitanya adalah perasaan gugup hingga jantung berdegup kencang. Kemudian, tubuh dan pikiran Anda sulit untuk mengendalikan emosi saat menghadapi suatu objek. Ketakutan dan kekhawatiran itu bisa membuat Anda untuk memiliki serangan panik (panic attack).

Berikut adalah gejala umum dari anxiety disorder:

  • Kecemasan yang sulit dikontrol.
  • Gelisah dan panik.
  • Kelelahan, akan tetapi sulit tidur.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah dan terpancing emosi.
  • Rasa sakit dan nyeri pada tubuh.
  • Otot tegang, mual, mulut kering.
  • Tangan dan kaki kesemutan serta berkeringat.
  • Memikirkan dan melakukan perenungan tiada henti.

Penyebab anxiety disorder 

Gangguan mental yang berdampak pada kekhawatiran berlebih ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti berikut:

  • Genetik yang diturunkan dari keluarga.
  • Hormon yang terlepas dalam otak, sehingga meningkatkan denyut nadi dan pernapasan.
  • Lingkungan yang memicu stres dan membuat ketakutan, seperti lokasi dimana terjadi pelecehan, kekerasan, kematian.
  • Penyalahgunaan obat-obatan.
  • Mengkonsumsi kafein yang berdampak pada kerja jantung.
  • Kondisi medis yang tidak stabil, seperti pada organ jantung, paru-paru, tiroid.

Para peneliti menyimpulkan jika penyebab gangguan kecemasan berasal dari otak situs toto yang membentuk respon rasa takut melalui ingatan dan memori dari objek yang pernah dirasakan.

Bagaimana diagnosis anxiety disorder?

Untuk mendeteksi gangguan mental ini, Anda perlu melakukan lebih dari sekali konsultasi dengan psikolog atau psikiater (Dokter spesialis jiwa). Dalam sesi konseling dilakukan beberapa tes psikologis dalam bentuk kuesioner, pemeriksaan fisik, dan tes kesehatan mental.

Meskipun dokter kejiwaan ingin mengetahui kondisi mental pasien, pemeriksaan fisik seperti tes darah maupun tes urin bertujuan untuk mengenal lebih jauh tentang gejala yang berkaitan dengan masalah kejiwaan.

Tiga macam pengobatan anxiety disorder

Pasien anxiety disorder bisa sembuh dengan pengobatan yang rutin dan konsisten. Untuk itu, terdapat tiga macam pengobatan untuk penyembuhan gangguan kecemasan ini:

1. Psikoterapi

Psikoterapi adalah langkah penyembuhan berupa konseling rutin ke psikolog atau psikiater, agar pasien dapat mengelola emosinya dalam kehidupan sehari-hari dari kecemasan berlebih.

Pengobatan ini terdiri dari cognitive behavioral therapy (CBT) dan exposure therapy. 

a. Cognitive behavioral therapy (CBT)yaitu terapi untuk pasien gangguan kecemasan agar mereka dapat mengenal dan  mengendalikan pola pikir serta perilaku yang mengarah pada ketakutan berlebih.

b. Exposure therapy, yaitu terapi berupa aktivitas dan kegiatan tertentu yang disesuaikan dengan ketakutan pasien, agar penderita gangguan kecemasan mampu beradaptasi di sebuah lingkungan tanpa rasa khawatir. Model terapi ini cocok untuk gangguan lebih lanjut seperti fobia dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

2. Terapi pendukung

Pengobatan alternatif ini berfungsi untuk mengelola stres dan mengobati kecemasan. Aktivitas pendukungnya adalah yoga, meditasi, hingga membuat strategi untuk hidup secara mindfulness. 

3. Pengobatan medis

Obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter spesialis jiwa bukan terfokus untuk penyembuhan anxiety disorder, tetapi untuk memperbaiki gejalanya. Obat-obatan yang biasa digunakan adalah sebagai berikut benzodiazepine, anti depresan, dan beta blocker. Beta blocker berfungsi untuk meredakan debar jantung berlebih yang menyebabkan gangguan pada kondisi fisik seseorang. Namun, penggunaan obat-obatan dalam anxiety disorder harus sesuai resep dokter.

Pencegahan anxiety disorder agar tidak semakin parah

Kecemasan yang Anda miliki dapat mengganggu keseharian jika tidak dicegah dengan pola hidup yang sehat. Maka dari itu, cara ini bisa dilakukan untuk menjaga mental Anda agar aman dari rasa cemas.

  1. Tidur cukup.
  2. Aktif berolahraga.
  3. Melakukan meditasi untuk melatih pernapasan dan mengendalikan emosi.
  4. Mengatur pola makan sehat.
  5. Menghindari rokok dan alkohol.
  6. Membatasi jumlah konsumsi kafein, seperti kopi dan teh.
  7. Bergabung ke komunitas dengan kegiatan yang disukai. Selain melakukan hobi, Anda juga bisa bersosialisasi.
  8. Melakukan sesi konseling jika perlu kepada psikolog. Jika lebih parah dan membutuhkan pengobatan, sesi konseling diarahkan melalui psikiater.

Tersedia Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *